Senin, 09 Juli 2012

teknik sablon kaos

ablon Kaos Manual

sablon manual 130x150 Sablon Manual vs Sablon DigitalIni merupakan cara yang paling tradisional, bahkan sampai sekarangpun masih dipertahankan walau teknologi sudah mendukung cara sablon digital. Kenapa demikian ? karena:
1. Proses sablon dengan cara manual memberikan hasil yang optimal dengan kualitas sablon terbaik, tahan lama / awet.
2. Dari segi harga, tentu lebih terjangkau apalagi untuk pesanan partai besar.


3. Dapat memberikan efek pada sablon seperti high density, foaming, discharge dan puff.
Proses sablon manual memerlukan beberapa tahapan produksi yang juga harus melibatkan banyak orang didalamnya seperti proses film, afdruk, screen dan proses pengecatan sablon itu sendiri. Dari tahapan produksi yang rumit itulah, proses sablon manual juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Selain itu cara sablon manual juga tidak cocok untuk pesanan partai kecil karena akan berdampak pada harga yang lebih mahal. Mungkin itu yang menjadi kekurangan dari proses sablon kaos manual.

Sablon Kaos Digital

sablon digital Sablon Manual vs Sablon DigitalDi era yang digital sekarang ini, teknologi-teknologi canggih diproduksi guna mempermudah pekerjaan manusia. Ya, seperti alat sablon digital ini yang memungkinkan proses sablon lebih mudah dan efisien waktu yang lebih cepat. Tahapan produksi juga tidak serumit sablon manual, sablon digital hanya melibatkan 1 – 2 orang didalam proses pengerjaannya. Untuk bisa menghasilkan sablon kaos digital diperlukan alat seperti komputer, printer khusus sablon, kertas transfer, mesin potong dan heat press. Dengan alat-alat sablon digital tersebut maka akan menghasilkan warna yang lebih variatif bahkan bisa juga untuk mencetak foto karena proses sablon melalui alat printing. Dari segi harga, cara sablon digital bisa menjadi alternatif pilihan karena lebih murah untuk pesanan partai kecil atau satuan.
Kekurangan sablon kaos digital adalah:
1. Hasil sablon yang kurang optimal berdampak kaku dan kurang lembut jika diaplikasikan pada jenis bahan kaos Cotton (katun).
2. Tidak dapat menghasilkan efek sablon seperti high density, foaming, discharge dan puff yang hanya dapat dilakukan dengan cara sablon manual.
3. Hanya cocok diaplikasikan pada bahan jenis Polyester warna putih.
4. Harga mungkin akan lebih mahal terkait investasi pada alat-alat sablon digital tersebut.
5. Area sablon juga tidak bisa lebih besar terkait luas kertas transfer yang berukuran A4.
Sebagai tukang kaos distro atau bahasa branded-nya pengusaha clothing companny icon biggrin Sablon Manual vs Sablon Digital tentu kita wajib tahu baik buruk / untung rugi menggunakan kedua jenis sablon tersebut. Baik keduanya Sablon Manual vs Sablon Digital memiliki perbedaan terkait kelebihan dan kekurangan tersebut, jadi mungkin harus disesuaikan dengan target pasar atau keinginan konsumen saja.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar